
Apa itu HantaVirus?
Hantavirus adalah virus zoonosis Orthahantavirus famili Hantaviridae, dalam ordo Bunyavirales yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan kadang-kadang ditularkan ke manusia. Setiap hantavirus biasanya dikaitkan dengan spesies reservoir hewan pengerat tertentu seperti tikus dan celurut, di mana virus tersebut menyebabkan infeksi jangka panjang tanpa gejala penyakit yang tampak. Virus Hanta diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya.
Data kemenkes sepanjang 2024 hingga 2026 mencatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS yang tersebar di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Tren konfirmasi juga menunjukkan peningkatan dari 1 kasus pada 2024 menjadi 17 kasus pada 2025 dan 5 kasus hingga Mei 2026.
Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan kasus di dalam negeri dan juga merespon notifikasi internasional terkait satu kontak erat kasus HPS dari kapal pesiar MV Hondius yang berada di Indonesia. Kontak erat tersebut telah menjalani pemeriksaan di RSPI Sulianti Saroso dan hasil laboratorium menunjukkan negatif Hantavirus tipe HPS maupun HFRS.
Pengawasan di pintu masuk negara dilakukan sebagai antisipasi masuknya hantavirus melalui thermal scanner, pengamatan visual, dan sistem surveilans pelaku perjalanan. Selain itu juga menyiapkan jejaring laboratorium dengan kemampuan pemeriksaan PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS), serta memperkuat kesiapan 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia
Gejala Penyakit Hantavirus
Demam, batuk sesak nafas/sulit nafas, sakit kepala, detak jantung cepat, hipotensi, nyeri dada, nyeri otot, pada Tingkat lanjut dapat terjadi pembengkakan di paru-paru, gagal ginjal akit, syok hingga kematian.
Pencegahan dan pengendalian
Pencegahan infeksi hantavirus terutama bergantung pada pengurangan kontak antara manusia dan hewan pengerat. Langkah-langkah efektif meliputi:
• Rajin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir (CTPS)
• Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja bebas dari tikus dan celurut
• Menutup celah yang memungkinkan tikus dan celurut masuk ke dalam bangunan.
• Menyimpan makanan dengan aman
• Membasmi peredaran tikus dan celurut
• Menghindari kontak dengan tikus dan celurut
Sampai saat ini belum ada pengobatan spesifik untuk penyakit Hantavirus, pengobatan ditujukan sebagai terapi suportif untuk meredakan gejala yang dialami.
Jika menemukan gejala segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan selanjutnya.
AYO BERSIHKAN LINGKUNGAN SERTA CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS).(wr)