" Lindungi Diri dan Keluarga, Gunakan Masker Saat Kualitas Udara Tidak Sehat "
Tanjungpinang, 14 September 2026 – Kondisi kualitas udara di Kota Tanjungpinang perlu menjadi perhatian bersama. Berdasarkan informasi Indeks Kualitas Udara yang menjadi perhatian pada Senin, 14 September 2026, tercatat berada pada angka 176, yang menunjukkan kondisi udara dalam kategori "Tidak Sehat". Dalam klasifikasi ISPU Indonesia, rentang 101–200 termasuk kategori tidak sehat, yaitu kondisi kualitas udara yang dapat memberikan dampak merugikan bagi kesehatan.
Menanggapi kondisi tersebut, UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah perlindungan kesehatan, salah satunya dengan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kualitas udara yang kurang baik dapat dipengaruhi oleh peningkatan konsentrasi partikulat dan polutan di udara. Paparan udara yang tercemar, terutama dalam waktu yang cukup lama, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan. Keluhan yang dapat muncul antara lain batuk, iritasi tenggorokan, sesak atau rasa tidak nyaman saat bernapas, serta gangguan pernapasan lainnya.
Penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu mengurangi paparan debu dan partikel pencemar udara. Masker sebaiknya digunakan dengan benar, yaitu menutupi hidung, mulut, hingga dagu, serta dipastikan terpasang rapat pada wajah.
Masyarakat juga dihimbau untuk tidak hanya memperhatikan kondisi udara ketika terlihat berasap atau berkabut. Kualitas udara yang tidak sehat tidak selalu dapat dirasakan atau terlihat secara langsung, sehingga pemantauan informasi kualitas udara menjadi hal penting sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Kebiasaan sederhana seperti menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menjaga pola hidup sehat, dan memantau kualitas udara dapat menjadi bagian dari upaya perlindungan diri dan keluarga.
Bagi masyarakat yang termasuk kelompok rentan atau sensitif, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu, agar lebih berhati-hati dan membatasi paparan udara luar ketika kualitas udara memburuk.
Jangan menunggu sampai muncul keluhan kesehatan, Lindungi diri dan keluarga sejak dini.
Mari bersama menjaga kesehatan, saling mengingatkan, dan tetap waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Sehat Bersama, Kita Bisa!
