Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kefarmasian, Dinas Kesehatan Kota Batam menyelenggarakan Workshop Pelayanan Kefarmasian dan Pengelolaan Sediaan Farmasi bagi Tenaga Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian yang berlangsung selama dua hari, 15–16 September 2026, bertempat di Ruang Hang Nadim, Lantai IV, Pemerintah Kota Batam.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), khususnya tenaga apoteker dan tenaga teknis kefarmasian dalam mendukung pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, profesional, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari berbagai unsur yang memiliki kompetensi di bidang kefarmasian dan pengelolaan sediaan farmasi, yaitu: Indri Ayu Ningsih, S.Farm., M.Farm., Apt., selaku Kepala UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau; Mahfudziyah Shahifah, S.Farm., Apt., selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya, Balai POM di Batam – Badan Pengawas Obat dan Makanan RI; Sumiyati, S.Si., Apt., selaku Kepala Seksi Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau.
Kehadiran para narasumber tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh wawasan dari berbagai perspektif, mulai dari aspek regulasi, pelayanan kefarmasian, perencanaan kebutuhan perbekalan kesehatan, hingga pengelolaan sediaan farmasi di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pada hari pertama, workshop diawali dengan materi Regulasi dan Isu Terkini terkait Pelayanan Kefarmasian yang menjadi salah satu materi penting dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap perkembangan kebijakan dan pelaksanaan pelayanan kefarmasian.
Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai Perencanaan Ketersediaan Perbekalan Kesehatan (Obat dan BMHP) yang disampaikan oleh unsur Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau. Materi ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan kebutuhan obat dan BMHP agar dapat menunjang keberlangsungan pelayanan kesehatan.
Memasuki hari kedua, pembahasan difokuskan pada Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Materi ini memberikan penguatan kepada tenaga kefarmasian mengenai pelaksanaan pelayanan kefarmasian dalam mendukung mutu pelayanan di tingkat fasilitas kesehatan primer.
Materi kemudian dilanjutkan dengan Penerimaan, Penyimpanan Sediaan Farmasi serta Pengelolaan Rantai Dingin (Cold Chain). Sesi ini dilengkapi dengan demonstrasi sehingga peserta mendapatkan pemahaman yang lebih aplikatif mengenai proses pengelolaan sediaan farmasi dan rantai dingin.
Keterlibatan Indri Ayu Ningsih, S.Farm., M.Farm., Apt., selaku Kepala UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi UPTD Instalasi Farmasi dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga kefarmasian, khususnya dalam aspek pengelolaan obat, BMHP, sediaan farmasi, dan rantai dingin.
Sementara itu, kehadiran Mahfudziyah Shahifah, S.Farm., Apt. dari Balai POM di Batam serta Sumiyati, S.Si., Apt., selaku Kepala Seksi Kefarmasian dan Alat Kesehatan, turut memperkaya pembahasan melalui perspektif regulasi, kefarmasian, dan alat kesehatan.
Melalui workshop ini, diharapkan tenaga apoteker dan tenaga teknis kefarmasian dapat semakin meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian serta pengelolaan sediaan farmasi secara tepat, aman, bermutu, dan sesuai ketentuan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Batam, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, UPTD Instalasi Farmasi, dan Balai POM di Batam dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan.
Bersama meningkatkan kompetensi, memperkuat tata kelola kefarmasian, dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat.