Pasokan listrik merupakan salah satu komponen penting dalam operasional gedung UPTD Instalasi Farmasi . Berbagai aktivitas, seperti penyimpanan obat dengan suhu khusus, penggunaan sistem informasi, pencahayaan gudang, serta pengoperasian peralatan pendukung sangat bergantung pada ketersediaan listrik yang stabil. Oleh karena itu, diperlukan prosedur yang jelas dalam menghadapi kondisi mati lampu agar keselamatan pegawai, keamanan obat, dan kelangsungan pelayanan tetap terjaga.
Saat terjadi pemadaman listrik, seluruh pegawai diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Langkah pertama adalah memastikan penyebab pemadaman, apakah berasal dari gangguan internal instalasi listrik atau pemadaman dari penyedia listrik. Informasi tersebut segera dilaporkan kepada penanggung jawab atau petugas yang berwenang untuk dilakukan penanganan sesuai .Apabila gedung dilengkapi dengan generator set (genset), petugas yang telah ditunjuk akan mengoperasikan genset sesuai prosedur operasional sehingga pasokan listrik untuk peralatan penting dapat segera dipulihkan.
Perhatian khusus diberikan pada ruang penyimpanan obat yang memerlukan pengendalian suhu, seperti vaksin dan produk rantai dingin (cold chain). Selama pemadaman, pintu lemari pendingin atau cold room diupayakan tetap tertutup untuk mempertahankan suhu penyimpanan. Suhu dipantau dan dicatat secara berkala sebagai bagian dari pengendalian mutu obat.
Apabila pemadaman berlangsung dalam waktu yang cukup lama, dilakukan langkah-langkah mitigasi sesuai rencana tanggap darurat, termasuk penggunaan sumber listrik cadangan, pemantauan kondisi penyimpanan, dan koordinasi dengan pihak terkait apabila diperlukan. Seluruh tindakan yang dilakukan didokumentasikan sebagai bahan evaluasi dan peningkatan sistem kesiapsiagaan.
Melalui sosialisasi dan simulasi penanganan mati lampu secara berkala, UPTD Instalasi Farmasi berkomitmen untuk meningkatkan kesiapan seluruh pegawai dalam menghadapi situasi darurat. Kesiapsiagaan yang baik akan mendukung perlindungan terhadap obat dan perbekalan kesehatan, menjaga keselamatan pegawai, serta memastikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.
