Dalam rangka memperkuat tata kelola perbekalan kesehatan dan memastikan ketersediaannya di fasilitas pelayanan kesehatan, UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau turut berkontribusi dalam kegiatan UPT. Balai Pengelolaan Farmasi dan Alat Kesehatan Kabupaten Karimun melalui kegiatan Penyusunan Rencana Kebutuhan dalam Mendukung Ketersediaan Perbekalan Kesehatan melalui Penguatan Sistem Informasi Terintegrasi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 27–28 Juli 2026 di Hotel Aston Karimun tersebut diikuti oleh Puskesmas se-Kabupaten Karimun, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tenaga pengelola perbekalan kesehatan dalam menyusun perencanaan kebutuhan yang tepat, efektif, dan berbasis data.
Hadir sebagai narasumber, Kepala UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Indri Ayu Ningsih, S.Farm., M.Farm., Apt., bersama Kepala Seksi Distribusi, Ns. Sulistiawati, S.Kep., M.Kep. Keduanya memberikan penguatan mengenai pentingnya perencanaan kebutuhan yang didukung oleh data yang akurat serta pemanfaatan sistem informasi secara terintegrasi.
Dalam penyampaian materi, Indri Ayu Ningsih, S.Farm., M.Farm., Apt. menekankan bahwa perencanaan kebutuhan perbekalan kesehatan merupakan bagian penting dalam menjamin kesinambungan pelayanan kesehatan.
“Perencanaan kebutuhan harus dilakukan berdasarkan data yang akurat dan kondisi riil di fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan perencanaan yang tepat, kita dapat menjaga ketersediaan perbekalan kesehatan sekaligus mencegah terjadinya kekosongan maupun penumpukan stok,” ujarnya.
Sementara itu, Ns. Sulistiawati, S.Kep., M.Kep. memberikan penguatan terkait aspek distribusi dan pengelolaan perbekalan kesehatan. Menurutnya, keterpaduan antara proses perencanaan, pencatatan, pelaporan, pemantauan stok, dan distribusi menjadi faktor penting dalam membangun sistem logistik kesehatan yang efektif.
Penguatan sistem informasi terintegrasi menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Pemanfaatan sistem informasi diharapkan dapat mendukung pengelola perbekalan kesehatan dalam memperoleh data yang lebih cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan rencana kebutuhan.
Melalui sistem informasi yang terintegrasi, proses pengelolaan perbekalan kesehatan dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, transparan, dan berbasis data, mulai dari perencanaan kebutuhan hingga pemantauan ketersediaan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk berdiskusi dan mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi Puskesmas se-Kabupaten Karimun dalam pengelolaan perbekalan kesehatan. Dengan adanya komunikasi dan koordinasi antara Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, serta UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, diharapkan dapat terbangun perencanaan kebutuhan yang semakin akurat dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan.
Menuju Pengelolaan Logistik Kesehatan yang Terintegrasi
Melalui kegiatan BFAK Kabupaten Karimun ini, UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kapasitas pengelola perbekalan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Perencanaan yang tepat, data yang akurat, sistem informasi yang terintegrasi, serta koordinasi yang kuat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketersediaan perbekalan kesehatan yang berkesinambungan.
Dengan demikian, penguatan sistem informasi tidak hanya menjadi bagian dari transformasi digital, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memastikan perbekalan kesehatan tersedia sesuai kebutuhan dan mendukung pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Karimun.