Kabupaten Bintan memiliki wisata yang tiada habisnya, salah satu yang terbaru Bintan Green Mangrove. Menyusuri padang mangrove, wisatawan dari mancanegara mencapai 1000 orang per bulan. Wisatawan mancanegara bervariasi berasal dari Singapura, Korea, India, China, Eropa dan juga wisatawan lokal.


Kepala Sekretariat Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, dr. Yosei Susanti, M.A.P bersama DR. Putri Rahmawati, MKM, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Indri Ayu Ningsih, M. Farm, Apt - Kepala UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Ira Falza, AMK - Pengatur Layanan Kesehatan dan Pengelola Program Zoonosis Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau dan Sovi Rahmawati, AMd - Pengelola Informasi dan Data UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau berkunjung ke Bintan Green Mangrove pada Jumat 5 Desember 2025 terkait kebutuhan Anti Venom / Bisa Ular di kawasan wisata alam.

Pemilik Bintan Green Mangrove, Khelly dan Sabri UMKM Binaan UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan mendampingi kunjungan tersebut. Khelly mengatakan bahwa di area wisata mangrove ini terdapat satwa liar yang hidup berdampingan serta hutan magrove yang dilindungi.

Pada kesempatan itu, ular bakau terlihat tidur di dahan pohon saat menyusuri hutan mangrove. Kepala Sekretariat Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan bahwa penyedia harus selalu berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat dan juga petugas harus mendapatkan pelatihan P3K / kegawatdaruratan gigitan ular sebagai kewaspadaan bagi pengunjung.


Kepala UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau juga menyebutkan bahwa stok Anti Bisa Ular tersedia baik di tingkat Kabupaten Bintan dan Provinsi. Namun perlu juga diperhatikan bahwa Anti Venom / Bisa Ular tergantung jenis ular yang menggigit sehingga harus tetap dilakukan oleh tenaga Medis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama seperti Puskesmas maupun Tingkat Lanjutan di Rumah Sakit.



Selain itu, pihak pengelola juga membuka ruang bagi UMKM Binaan yang akan menjual produk makanan / handicraft yang mungkin bisa di beli oleh wisatawan mancanegara sebagai cenderamata khas Kabupaten Bintan. (ind)