Bencana dapat terjadi kapan saja dan tanpa diduga, baik berupa kebakaran, banjir, gempa bumi, maupun gangguan lain yang berpotensi menghambat pelayanan. Sebagai pusat pengelolaan dan penyimpanan obat serta perbekalan kesehatan, UPTD Instalasi Farmasi memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan pegawai sekaligus menjaga keamanan persediaan obat agar tetap tersedia bagi masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen dalam membangun budaya kesiapsiagaan, UPTD Instalasi Farmasi menyelenggarakan simulasi bencana secara berkala. Pegawai dibekali pemahaman mengenai prosedur tanggap darurat, mekanisme pelaporan, jalur evakuasi, lokasi titik kumpul, penggunaan sarana keselamatan, serta langkah-langkah penyelamatan aset farmasi yang menjadi prioritas.
Keberhasilan penanganan bencana sangat bergantung pada koordinasi yang baik antarpegawai dan kesiapan fasilitas pendukung. Oleh karena itu, simulasi menjadi sarana untuk mengevaluasi efektivitas prosedur tanggap darurat, mengidentifikasi potensi kendala, dan menyempurnakan langkah-langkah penanganan agar semakin efektif di masa mendatang.
Kesiapsiagaan yang baik akan mendukung kelancaran pelayanan kefarmasian, menjaga ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat.
"Bersama kita siap, Bencana bukan halangan.”
