Banjir merupakan salah satu bencana yang berpotensi mengganggu operasional fasilitas kesehatan, termasuk UPTD Instalasi Farmasi. Selain membahayakan keselamatan pegawai, banjir juga dapat menyebabkan kerusakan pada obat, alat kesehatan, dokumen penting, serta sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan kefarmasian. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan melalui simulasi banjir agar seluruh pegawai memahami langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Simulasi banjir bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan seluruh pegawai dalam menghadapi kondisi darurat. Melalui kegiatan ini, pegawai dilatih untuk melindungi diri, mengamankan aset, serta menjaga agar pelayanan kefarmasian tetap dapat berjalan secara optimal. Selain itu, simulasi juga memperkuat koordinasi antarpegawai sehingga setiap individu memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika terjadi keadaan darurat.
Sebelum banjir terjadi, seluruh pegawai diimbau untuk memantau informasi cuaca dari BMKG atau instansi terkait, memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, serta memindahkan obat prioritas, dokumen penting, dan barang berharga ke lokasi yang lebih tinggi dan aman. Peralatan listrik yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan untuk mengurangi risiko korsleting, sementara perlengkapan darurat seperti senter, kotak P3K, air minum, dan perlengkapan pendukung lainnya perlu dipersiapkan.
Apabila banjir mulai terjadi, pegawai diharapkan tetap tenang dan tidak panik. Segera laporkan kondisi kepada petugas atau koordinator tanggap darurat dan utamakan keselamatan diri serta rekan kerja. Hindari area yang tergenang apabila terdapat risiko arus listrik atau arus air yang deras. Bila kondisi membahayakan, lakukan evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan sambil mengikuti arahan petugas.
Setelah banjir surut dan kondisi dinyatakan aman, pegawai dapat kembali memasuki gedung untuk melakukan pemeriksaan terhadap bangunan, instalasi listrik, peralatan, serta kondisi obat dan alat kesehatan. Area kerja dibersihkan dan dikeringkan sebelum digunakan kembali. Apabila ditemukan kerusakan atau kerugian, segera laporkan kepada atasan untuk ditindaklanjuti. Hasil evaluasi dari kejadian tersebut menjadi bahan perbaikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang.
Sebagai bagian dari prosedur tanggap darurat, seluruh pegawai harus mengetahui lokasi titik kumpul (assembly point) yang berada di halaman depan Gedung UPTD Instalasi Farmasi. Titik kumpul digunakan untuk pendataan pegawai setelah evakuasi serta memastikan seluruh personel berada dalam kondisi aman.
Melalui pelaksanaan simulasi banjir secara berkala, UPTD Instalasi Farmasi berkomitmen membangun budaya kerja yang tangguh terhadap bencana. Kesiapsiagaan bukan hanya melindungi keselamatan pegawai, tetapi juga menjaga mutu obat, keamanan aset, dan keberlangsungan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.