Logo
Loading...

Sinergi Advokasi, Pemberdayaan, dan Kemitraan Lintas Sektor untuk Meningkatkan Literasi Obat Sejak Dini

Terbit : Kamis, 25 September 2025
Pukul : 11:29 WIB
Dilihat : 772 Kali
Bagikan Berita Ini
Sinergi Advokasi, Pemberdayaan, dan Kemitraan Lintas Sektor untuk Meningkatkan Literasi Obat Sejak Dini

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan pada generasi muda, UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau berkolaborasi dengan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau seksi Promkes Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, dalam rangka upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman generasi muda tentang penggunaan obat yang tepat, pendampingan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan sebagai pelaksana kegiatan oleh  Puskesmas Kampung Bugis. Dimana dalam kesempatan ini juga UPTD Instalasi Farmasi berkolaborasi juga dengan Tim Penggerak PKK Porvinsi Kepulauan Riau dan TP PKK Kota Tanjungpinang serta Siswa PKL SMK Negeri 1 Kabupaten Bintan.

Dalam kegiatan ini UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan edukasi penggunaan obat yang benar melalui program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) kepada siswa Sekolah Dasar Negeri 009 Tanjungpinang Kota, Pulau Penyengat yang berjumlah 100 siswa. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari advokasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat daerah, khususnya kepada pelajar sebagai agen perubahan masa depan. Edukasi DAGUSIBU menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan pentingnya literasi obat sejak dini agar siswa dapat menjadi pengguna obat yang bijak dan bertanggung jawab.

Keberhasilan kegiatan ini tak lepas dari sinergi dan komitmen lintas sektor. Melalui kemitraan antara sektor kesehatan dan lembaga masyarakat seperti TP PKK, kegiatan ini tidak hanya fokus pada edukasi individu, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah dan keluarga yang peduli terhadap isu kesehatan, khususnya terkait penggunaan obat.

Melibatkan guru, siswa, kader PKK, serta tenaga kesehatan, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam menjaga kesehatan anak-anak di lingkungan sekolah. Sosialisasi yang dilakukan secara interaktif, termasuk diskusi dan simulasi, membuka ruang dialog antara pelajar dan tenaga kesehatan.

Dengan kolaborasi yang solid antarinstansi dan organisasi kemasyarakatan, kegiatan edukasi DAGUSIBU ini diharapkan dapat menjadi model pendekatan promotif dan preventif dalam pengelolaan obat di masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungannya.